Dilema Guru dan Pendidikan

Aku dan Dunia

Oleh Mirza Bashiruddin Ahmad

Secara umum masyarakat mengartikan guru sebagai seorang yang memiliki kompetensi untuk mengajar murid-muridnya di lembaga pendidikan, baik formal maupun non formal. Masyarakat Jawa menafsirkan seorang guru sebagai seorang yang digugu dan ditiru sehingga siapapun yang menjadi guru agaknya melekat sebuah pribadi yang sopan, santun, berkarakter dan berwawasan luas. Di zaman modern ini sepertinya sudah berubah lagi stigma tentang guru, katanya seorang guru modern ini bukan lagi seorang yang punya kuasa penuh di kelas untuk mentransfer pengetahuan, katanya kini seorang guru harus menjadi  fasilitator bagi anak didiknya. Ah, konsep yang gimana lagi itu.

Guru sebagai profesi kini adalah salah satu yang paling diminati di bursa kerja Indonesia, guru dulunya hanya dipandang sebelah mata –karena berpenghasilan rendah dan berprinsip pengabdian- kini berubah menjadi salah satu profesi yang diminati, kenapa gerangan? Kita tahu sendiri bahwa kita memiliki berbagai macam tunjangan dan sertifikasi sebagai sarana peningkatan kualitas kesejahteraan guru. Motif…

View original post 1,199 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s