Ketika anak ingin bersekolah..

Karena ingatan kita terbatas..

Anak bermain

Anak kami, Karel, berusia 3,5 tahun saat ini. Sudah sejak dia berusia kurang dari 2 tahun kami sering mendapat pertanyaan: Karel sudah (/belum/tidak) disekolahkan? Kami berencana untuk menyekolahkan dia langsung ke TK, tidak melalui Kelompok Bermain (KB). Mengapa? Karena kami berpandangan bahwa – dalam kadar yang mungkin berbeda – tanpa harus bersekolah di KB, Karel bisa mendapatkan apa yang akan didapatkannya di KB: teman bermain (kami orang tuanya, pengasuhnya, dan sejumlah anak-anak tetangga), pengenalan berbagai hal seperti: fauna (dengan pergi ke kebun binatang), mengenal bentuk-bentuk geometris (melalui berbagai bentuk permainan di rumah), pengenalan alfabet dan angka (melalui berbagai buku anak-anak yang kami punya di rumah, termasuk buku masa kecil saya dulu), pengenalan tempat dan hal baru (dengan bepergian bersama ke luar kota, ke tempat baru), belajar mandiri (makan dan berpakaian sendiri misalnya). Menurut kami, KB baik, namun tetap dengan beberapa kelemahan, seperti: anak dapat dengan mudah meniru hal-hal tidak baik…

View original post 469 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s