Pendidikan Kewirausahaan : Konsep Paradoks di Tengah Kemelut Bangsa

Aku dan Dunia

Oleh  Mirza Bashiruddin Ahmad

Wirausaha, salah satu kata yang kita kenal sejak dulu itu kini diajarkan pada salah satu mata kuliah wajib di universitas yang tengah menuju impian menjadikan dirinya World Class University. Secara umum kewirausahaan dikenal juga sebagai berwiraswasta, wiraswasta secara etimologis berasal dari bahasa sansekerta, kata wira berarti usaha, swa berarti sendiri dan sta yang berarti berdiri. Pengertian etimologis wiraswasta adalah bekerja/berusaha untuk bisa berdiri sendiri tanpa adanya ketergantungan. Seorang wiraswasta adalah orang yg pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya. Wirausahawan lebih ditekankan pada sifat dirinya yaitu, memiliki sifat keyakinan, kemandirian, individualitas, optimisme. Ciri-ciri seorang wirausahawan adalah selalu berusaha untuk berprestasi, berorientasi pada laba, memiliki ketekunan dan ketabahan, memiliki tekad yang kuat, suka bekerja keras, energik dan memiliki inisiatif, memiliki kemampuan mengambil risiko dan suka pada tantangan, bertingkah laku sebagai pemimpin, dapat bergaul…

View original post 740 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s